Showing posts with label Video. Show all posts
Showing posts with label Video. Show all posts

Monday, January 14, 2019

FILM : ISTRI ORANG

Untuk menonton film ini silahkan contact kami: sindikasipeduli@gmail.com
Endah bertemu dengan sekian laki-laki dalam hidupnya. Yang pertama mencintainya. Yang kedua menjualnya pada calon besan yang lebih kaya. Yang ketiga mempekerjakannya dan menyuruhnya beranak. Yang keempat menikahinya dan meninggalkannya. Laki-laki kelima datang dengan gerobak airnya, ke rumah di tengah hamparan sawah yang kering kerontang itu. Mungkin ia hanya melakukan pekerjaannya. Tapi di samping itu, ia juga menyapa.

Dan sebuah sapaan, bagi perempuan yang kekeringan dan nyaris tak bertuan seperti Endah, mungkin adalah juga juga segala-galanya. Namun tentu saja, ia hanya istri dari seseorang. Istri Orang adalah kisah mengenai seorang perempuan Kangean, sebuah kepulauan terpencil di batas laut Jawa dan Selat Makassar. Di sana, nasib membawa kemarau yang panjang baginya, untuk kemudian ditinggalkan dan diabaikan.

Film ini diputar pertama kali di JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL (JAFF), November 2018 lalu di Jogja.

Untuk bisa menonton film ini silahkan hubungi kami di email: sindikasipeduli@gmail.com atau WA: 087878622789

Monday, September 17, 2018

Mongkawongo



Film karya sineas-sineas kampung di Pipikoro, yang berkisah tentang seorang anak muda yang salah memahami kemajuan zaman yang dia sebut Zaman Now, dengan bermalas-malasan dan tak mau membantu orang tua.

Nah apa yang terjadi dengan anak muda dari Desa Porolea, Kabupaten Sigi ini? silahkan simak flmnya. Film pendek ini merupakan hasil dari workshop film yang diadakan oleh Kemitraan bekerjasama dengan Karsa Institute dan Tumbuh Sinema Rakyat dan diputar pada Pagelaran film kampung saat Peduli Day 8-10 September 2018 di Desa Banasu, Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Sunday, September 16, 2018

Jalan Raya Pipikoro [Film]

klik untuk menonton trailer
Ketika orang-orang Jakarta dan orang Kota menikmati jalan dan kehidupan gilang gemilang, serta paling banyak menghabiskan uang negara. Sebaliknya nun di perut Pulau Sulawesi, ada kampung yang nyaris terlupakan meski negara ini merdeka sudah lebih dari 73 tahun lamanya.

Film ini mengisahkan tentang situasi dan kondisi kehidupan masyarakat adat di Dataran Tinggi Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka yang bersahaja sangat mendambakan pembangunan namun kerab dijadikan korban para spekulan.

Film karya Tumbuh Sinema Rakyat bekerjasama Karsa Institute ini disponsori oleh Kemitraan dalam Program Peduli. 100% pemain dalam film ini adalah warga desa desa di Dataran tinggi Pipikoro, dan tes pemutaran perrtama kali dilakukan di acara Peduli Day Program Peduli, 8-10 September di Desa Banasu.

Film ini baru bisa ditonton publik secara luas setelah launching pada bulan Oktober 2018 mendatang.

Monday, September 10, 2018

O[B]JEK


Film karya sineas-sineas kampung di Pipikoro, yang mengisahkan perdebaatan warga sepeda motor yang pertama kali masuk ke Desa Mapahi di Sulteng. Mereka berdebat apakah motor itu Ojek atau Objek.

Film ini merupakan hasil workshop film yang dilaksanakan oleh Karsa Institute bekerjasama dengan Tumbuh Sinema Rakyat yang didukung oleh Program Peduli-Kemitraan. Film ini diputar pertama kali pada saat Pageleran Film Kampung Peduli Day 8-10 September 2018 di Desa Banasu, Pipikoro, Sulteng.

Sunday, September 9, 2018

Kopi & Rasa Desa Pelempea [Film]


Salah satu film karya sineas-sineas  muda kampung. Film yang mengisahkan seorang pemuda kota yang  datang ke Desa Pelempea, Pipikoro, Kabupaten Sigi dan penasaran pada kopinya yang enak. Film pendek ini merupakan hasil dari workshop film yang diadakan oleh Kemitraan bekerjasama dengan Karsa Institute dan Tumbuh Sinema Rakyat dan diputar pada Pagelaran film kampung saat Peduli Day 8-10 September 2018 di Desa Banasu, Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Saturday, September 8, 2018

Mo'Eli


Film karya sineas-sineas kampung di Pipikoro, yang berkisah tentang seorang anak muda yang jumawa memamerkan handphone nya di Kampung Kantewu II, Kabupaten Sigi dengan pura-pura menerima telpon, padahal di kampung tersebut tidak ada signal.

Film pendek ini merupakan hasil dari workshop film yang diadakan oleh Kemitraan bekerjasama dengan Karsa Institute dan Tumbuh Sinema Rakyat dan diputar pada Pagelaran film kampung saat Peduli Day 8-10 September 2018 di Desa Banasu, Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Saturday, September 1, 2018

Film Jalan Raya Pipikoro [Trailer]


Berikut ini adalah trailer film yang mengisahkan tentang situasi dan kondisi Dataran Tinggi Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Film karya Tumbuh Sinema Rakyat bekerjasama Karsa Institeute ini disponsori oleh Kemitraan untuk Program Peduli.  100% pemain dalam film ini adalah warga desa desa di Dataran tinggi Pipikoro, dan akan diputar pertama kali pada acara Peduli Day Program Peduli, 8-10 September di Desa Banasu. Selengkapnya menonton film ini klik link berikut ini.

Film terkait:

Tuesday, September 19, 2017

Meringkila' Ngkai' Peana

klik untuk menonton
Sebuah film pendek tentang Desa Peana, dari sudut pandang Arma dari SSS Pundi Sumatera, salah seorang peserta kegiatan Cross Learning Program Peduli untuk Pilar Masyarakat adat di Kabupaten Sigi. Film ini juga hasil kerja Arma beserta tim kelompok Desa Peana. Silahkan klik videonya untuk menonton.

Friday, August 18, 2017

Merdeka Itu adalah Menyanyi Hari Merdeka

https://www.youtube.com/watch?v=rwhz_X239zU&feature=youtu.be

Warga Cina Benteng merayakan HUT RI 72 dengan bernyanyi bersama lagu Hari Merdeka, di Aula Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tanggerang. Video by PPSW Jakarta. Untuk menonton silahkan klick gambar.

Monday, August 14, 2017

Sambut HUT RI, Anak SAD menyanyikan Indonesia Pusaka


Dalam rangka pemperingati HUT ke 72 Republik Indonesia, anak-anak Suku Anak Dalam (SAD), artis Klick Studio, aktivis  SSS Pundi dan warga Jambi menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

Friday, August 11, 2017

SCF: Merdeka itu Peduli

https://www.youtube.com/watch?v=2zMn9mMi8SM&feature=youtu.be



Memaknai peringatan ke 72 HUT kemerdeaan Republik Indonesia, Sulawesi Community Foundation (SCF) membuat sebuah film pendek yang menggambarkan makna merdeka bagi kaum marginal yang tereksklusi di Sulawesi Selatan, khususnya di Desa Kahaya dan Bulo-bulo tempat pelaksanaan program Peduli. Untuk menonton vilm ini silahkan klik link berikut ini.

Wednesday, June 8, 2016

Buang Jong- Tradisi Tolak Bala Suku Sawang (Inside Indonesia)


Dipublikasikan oleh CNN Indonesia tanggal 21 Mei 2016
Deburan ombak di musim pasang merupakan gejala alam yang disikapi dengan ritual adat yang dikenal dengan sebutan Buang Jong.

Bagi Suku Sawang, kelompok etnis yang sebagian besar menetap di wilayah Belitung, debur ombak yang menerjang di musim pasang adalah momen yang tak bisa diabaikan begitu saja. Gejala alam itu perlu disikapi dengan cara yang takzim. Cara yang tentu saja tak lepas dari tradisi nenek moyang. 

Orang-orang Sawang mengenal tradisi itu dengan sebutan Buang Jong. Makna Buang Jong adalah membuang perahu ke laut lepas. Suku Sawang melakukannya untuk menghindari sial dan petaka. Prosesi ini diharapkan bisa menolak berbagai penyakit dan bencana, terutama musibah di laut lepas, sebab sebagian dari mereka adalah nelayan.

Ikuti berita dengan kemasan internasional berbahasa Indonesia di www.cnnindonesia.com dan channel CNN Indonesia di Trans Vision.
  • Kategori

  • Lisensi

    • Lisensi YouTube Standar

Wednesday, May 25, 2016

Tradisi Pesta Panen yang Masih Melekat di Lung Anai

Tonton video di sini
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan masih mengguyur ketika warga Desa Lung Anai di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sedang bersiap menyelenggarakan uman undrat atau pesta panen. Semangat mereka melakukan ritual adat tahunan itu seolah tak luntur meski hujan sempat menumbangkan salah satu umbul-umbul dekorasi.

Setiap Mei, warga Lung Anai, yang merupakan Suku Dayak Kenyah, selalu menyelenggarakan pesta panen. Hal tersebut merupakan akhir dari ritual mereka dalam menjalankan tradisi bertani.


Sumber:  CNN Indonesia

Meriahnya Pesta Panen Masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai

TENGGARONG - Para pemuda menggotong lesung kayu sepanjang 6 meter ke Lamin Adat Dayak Kenyah.

Seorang perempuan menuangkan beras ke dalam lesung. Lalu para perempuan menumbuk beras menggunakan alu.

Pukulan alu itu seirama dengan alunan musik tradisional yang mengiringi prosesi mecaq undrat atau tumbuk beras.

Kegiatan ini memeriahkan uman undrat atau pesta panen tahunan di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar.

Beberapa tamu undangan ikut pula menumbuk beras hingga jadi tepung halus.

Tepung beras ini diayak dengan alat tradisional dari bahan bambu dan rotan. Kemudian tepung beras yang dicampur gula dan parutan kelapa dimasukkan dalam lubang bambu sepanjang 40 cm.

Kedua ujung lubang bambu disumpal dengan daun nangka, lalu dibakar dengan dijejer di tungku. Pekerjaan ini diserahkan pada kaum pria.

Warga Lung Anai menyebut penganan ini boloq.

Sumber: Tribun Kaltim

Monday, February 8, 2016

SD UMA Berhasil Jadi SD Filial

https://www.youtube.com/watch?v=xCobvRhFAyE
Nonton di sini
@PeduliAdat – Yayasan Citra Mandiri (YCM) Mentawai bekerjasama dengan Pemkab Mentawai, Sumatera Barat melalui Program Peduli menjadikan Sekolah Dasar UMA di Dusun Tinambu, Desa Saliguma Kecamatan Siberut Tengah sebagai sekolah filial.

Demikian ditegaskan Program Manager YCM Mentawai, Pinda Tangkas Simanjuntak, 7 Pebruari 2016.

“Dengan keterlibatan pemerintah, maka keberlanjutan pendidikan warga disini bisa diperhatikan,” kata Pinda.

Persoalan klasik di bidang pendidikan adalah karena keterbatasan anggaran, kebijakan pemerintah dan persoalan geografis yang sulit.

Program Peduli sendiri adalah suatu upaya untuk menjembatani kesenjangan yang dialami oleh komunitas adat di Mentawai dengan program pemerintah Indonesia, baik persoalan akses layanan dasar maupun penerimaan masyarakat terhadap komunitas ini dalam sebuah gerakan ‪#‎IDInklusif.


YCM bekerjasama dengan journalist (Kontributor Berita) 1 TV berhasil mendokumentasikan sekolah tersebut dalam sebuah feature tv berikut ini.